SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf secara resmi menutup Jatim Fair ke VI dalam rangka Peringatan HUT ke 70 Provinsi Jawa Timur, di Grand City Surabaya, Minggu (18/10) malam.

Walaupun transaksi dan jumlah pengunjung Jatim Fair ke VI tahun 2015, yang dilaksanakan selama sebelas hari mulai tanggal 8 sampai dengan 18 Oktober 2015 (11 hari) itu tidak mengalami penurunan, bahkan mengalami peningkatan meskipun tidak begitu besar, tetapi Wagub yang lebih akrab dipanggil Gus Ipul tetap menginginkan adanya peningkatan standar pelaksanaannya di tahun mendatang.

"Penyelenggara hendaknya melakukan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan dimasa mendatang. Terus melakukan peningkatan kualitas dan penataan penyelenggraan yang makin baik dan berdaya saing," ungkapnya penuh harap.

Menurutnya, Jatim Fair masih sangat diminati oleh para pelaku usaha dan tentunya masyarakat sebagai tempat hiburan, terutama bagi masyarakat kelas menengah kebawah.

"Dalam suasana melambatnya perkembangan perekonomian, di tempat inilah terlihat optimisme para pelaku usaha untuk menyongsong perkembangan ekonomi yang lebih baik," jelasnya lebih lanjut.

Adapun transaksi dan jumlah pengunjung Jatim Fair dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 adalah sebagai berikut : tahun 2012 sebesar Rp. 45,3 miliar dengan jumlah pengunjung 181.393 orang, Tahun 2013 jumlah transaksi Rp. 49,2 miliar dengan jumlah pengunjung 192.916 orang, tahun 2014 sebesar Rp. 52,8 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 198.607 orang.

Sedangkan Jatim Fair tahun 2015 diikuti 335 peserta dengan jumlah stand sebanyak 555 stand menempati areal seluas 15.000 m2. Sampai dengan hari penutupan, tepatnya tanggal 18 Oktober 2015 pukul 18.00, telah terjadi transaksi sebesar Rp. 54,3 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 199.670 orang, dan diharapkan sampai dengan pukul 22.00 jumlah pengunjung akan mencapai 200.000 orang.

Kenaikan transaksi Jatim Fair di tahun 2015 tidak terlalu besar, disebabkan beberapa hal. Yaitu tidak diikuti sektor otomotif dan properti yang biasanya meraih nilai transaksi yang cukup besar.

Disamping itu, peserta yang mengikuti lebih banyak menampilkan sektor info-info layanan publik dan info pemerintah, tanpa transaksi.

Dan penyebab lainnya, Biro Administrasi Perekonomian Prov. Jatim yang menyewa 44 booth/stand diisi oleh perusahaan infrastruktur, industri manufaktur dan IKM berorientasi ekspor yang bersifat display promo atau tidak menjual, termasuk warung kopi.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul mengatakan bahwa pelaksanaan Jatim Fair bila dibandingkan dengan Jakarta Fair masih jauh. Antara lain lama pelaksanaan (Jakarta Fair 38 hari, Jatim Fair 11 hari), Venue /Gross Area (jakarta Fair 120.000 m2, Jatim Fair 15.000 m2), peserta (Jakarta Fair 1.650 peserta dengan 2.500 booth, Jatim Fair 335 peserta dengan 555 booth).

Tetapi, Gus Ipul tetap berharap Jatim Fair mampu berperan sebagai pemicu bagi peningkatan perdagangan, investasi, perluasan lapangan kerja, merangsang inovasi perindustrian, serta mendorong promosi perdagangan untuk lebih bersaing di pasar domestik dan pasar global.


Pada kesempatan itu, penyelenggara memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada peserta pameran. Antara lain penghargaan stand kecil terbaik kepada SKK Migas, Stand besar Eksibisi terbaik kepada BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suromadu), Stand Open Space terbaik diberikan kepada Yamaha.

Sebagai catatan, Jatim Fair 2015 juga diikuti Kabupaten Pasuruan sebagai City of Charm, menampilkan 6 industri kecil menengah melalui asosiasi dan 4 perusahaan besar. Sangat diharapkan Kabupaten Pasuruan mampu menjadi motivator pengembangan industri kecil dan menengah di Jawa Timur.

Selain itu, penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada para pengunjung Jatim Fair yang telah ikut menyemarakkan Jatim Fair 2015, dengan memberikan doorprize. Hadiah utama berupa satu buah mobil Honda BRIO, dua buah sepeda motor, dan Gus Ipul menambahkan 10 buah sepeda onthel. 

Sumber : Humas Jatim

Post a comment