20 November Hari Anak Sedunia, 400 Anak Palestina Mendekam di Penjara Israel
[ 20/11/2015 - 10:57 ]




GRESIK : Seolah hujan tangis yang tak kunjung reda di bumi palestina, sekalipun dalam pesta bahagia,setiap mata dunia berkaca-kaca bahkan menitikan air mata mendengar dan menyaksikan derita mereka, itulah yang terjadi pada saudara - saudara kita disana. Dentuman meriam, suara rentetan gelegar senapan seolah menjadi paduan suara musik yang terdengar sepanjang hari.
        
      Segala daya dan upaya dilakukan dunia demi terciptanya perdamaian untuk mereka namun seolah kita tak mampu berbuat apa-apa.
 Seperti yang terjadi saat ini Advokat Tawanan Palestina menegaskan, sedikitnya 400 anak Palestina di bawah umur mendekam di penjara Israel. Usia mereka antara 11-17 tahun, sebagian mereka sudah mendapatkan vonis resmi.
Dalam keterangannya menyambut Hari Anak Sedunia hari ini 10 November, sebanyak 11 anak di bawah umur menjadi sasaran intruksi penahanan administratif sampai laporan ini dibuat, 6 di antaranya remaja putri di bawah umur; Marh, Makhir, Istabrak Nur, Jihan Ureqat, Hudail Kalbiah, Nur Salamah, Hibah Jibran.
Asosiasi Advokat Tawanan menegaskan, jumlah anak di bawah umur yang luka tembak saat ditangkap dan dibawah RS sipil ada yang terkena tembakan di kakinya seperti tawanan Sharwanah yang kakinya rusak, Qais Shajaah yang kemudian dibebaskan, Ali Ja'bah, Marh Baker, Istabrak Nur.
Di tahun 2015, ratusan kasus penangkapan yang dilakukan Israel terhadap anak-anak di bawah umur, terutama di bulan Oktober lalu dan November saat ini yang jumlahnya 700 anak di bawah umur. Tertinggi dari Hebron, Al-Quds sebagian besar mereka kemudian dibebaskan bersyarat baik dengan jaminan uang atau tahanan rumah sebagiamana terjadi pada ana-anak Al-Quds.
Dalam kunjungan Asosiasi Advokat kepada anak-anak di penjara Israel, sejumlah metode yang digunakan sipir zionis terungkap yang bisa masuk dalam kategori kejahatan di antara penembakan dengan peluru tajam secara sengaja, diseret ke ruang introgasi selama sehari atau dua hari tanpa makan, dipukul secara fatal, dimaki-maki dengan kata-kata kotor, diintimidasi, diteror, dipaksa mengaku dengan tekanan, ditahan dalam penjara yang tidak layak bagi manusia.
Asosiasl Advokat mengecam kasus penahanan bocah Al-Quds Ahmed Monaserah yang didokumentasikan dalam potongan video yang disaksikan ole dunia saat diintrogasi dengan maki-makian dan penghinaan yang dialaminya.
Penjara Etzion Israel menjadi penjara paling sadis bagi anak-anak, dimana mereka dipukuli, disiksa saat ditangkap dan ditahan. Ada sejumlah kesaksian yang didokumentasikan bahwa ada empat penjara Hasharon, Over, Magedo,, dan Javon.
Dalam rangka Hari Anak Sedunia, Asosiasi Advokat Tawanan Palestina meminta kepada lembaga dunia pelinding anak agar mengambil sikap tegas meghentikan kejahatan Israel dan agar anak-anak Palestina dibebaskan. @arifin sz/team 4k2 (infopalestina)

Post a Comment