GRESIK Infojatim.com-Sidang lanjutan dugaan kasus membuat surat keterangan riwayat tanah palsu dengan terdakwa kades (kepala desa) Prambangan Fariantono (48) kembali bergulir di PN (Pengadilan Negeri) Gresik, Rabu (29/11/17). 

Kali ini dalam agenda sidang mendengarkan saksi. Empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikomandoi Lila Yurifa prihasti, Novie S Temar, Hadi Sucipto dan Budi Prakosa menghadirkan saksi yang berprofesi sebagai notaris, yakni Agil Suwarno. 

Didepan Majelis Hakim yang diketuai Putu Mahendra, Agil menjelaskan bahwa IJB (ikatan jual beli) tidak harus menjadi acuan terbentuknya AJB (akte jual beli).

"Saat membentuknya IJB dihadiri dari kedua belah pihak. Namun melihat dari IJB luas tanahnya kurang dari 2 hektar, akan tetapi setelah terbentuknya AJB jadi 3 hektar," katanya dihadapan persidangan.

Arifin., SH penasehat hukum terdakwa setalah selesai sidang mengatakan, dirinya menilai ada indikasi persekongkolan antara Agil sebagai notaris dengan Felix sebagai pembeli. Karena beberapa surat menunjukan ada ketidak sesuaian.

"Ironisnya AJB belum keluar Felix sudah membuat surat pernyataan kepemilikan itu sangat fatal. Karena kami akan mengkaji kalau itu terbukti kami akan tindak lanjuti untuk melaporkan Felix dengan Agil," katanya.

Lanjut Arifin, untuk mengenai surat berita acara yang dibuat oleh mantan Kades yaitu H. Karto, itu hanya akal-akalan.

"Seharusnya kalau memang itu ada dari awal, maka dalam penyidikan ada, tpi saat Agil jadi saksi surat berita acara muncul itu kan aneh. Kami akan kaji lebih dalam lagi apakah itu benar apakah hanya rekayasa," jelasnya. 

Arifin menambahkan, saksi notaris berbelit-belit saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim.

"Saksi menerangkan dipersidangan banyak yang ditutup-tutupi dan berbohong," imbuhnya. 

Bersambung.....


Arifin S Zakaria.

Post a Comment