GRESIK Infojatim.com - Sidang lanjutan dugaan kasus pemalsuan surat keterangan riwayat tanah dengan tersangka kades (kepala desa) prambangan Fariantono (48), Suliono n Ayuni kembali di gelar (29/11)sidang yang agendanya mendengarkan keterangan dari 2 saksi antara lain saksi 1,Notaris yang cukup terkenal di Gresik Agil Suwarto dan saksi 2,mantan kepala desa (kades) prambangan H.Karto..mendapat perhatian dari berbagai media yang ada di gresik.

Agil Suwarto selaku notaris yang menjadi pilihan dari penjual tanah alm Kaskan dan Ayuni juga Pembeli Felix Soesanto wajar saja diminta keterangannya karena kasus ini ada kaitannya dengan ikatan jual beli (IJB),akta jual beli (AJB) yang dilakukan tahun 2012 dan 2013 di tempat Agil suwarto, dan Ahli waris Kaskan menduga ada kecurangan-kecurangan dalam pembuatan akta-akta tersebut.

Dalam kesaksiannya Agil menjawab beberapa pertanyaan baik dari JPU ( jaksa penuntut umum ) Lila Yurifa prihasti, Novie S, juga dari penasehat hukum para terdakwa, Arifin SH, Agus setiono S.H, Dwi istiawan S.H.

Dalam kesaksian nya didepan Majelis Hakim yang diketuai Putu Mahendra, Agil menjelaskan bahwa IJB (ikatan jual beli) tidak harus menjadi acuan terbentuknya AJB (akte jual beli)."Ijb itu hanya ikatan jual beli untuk mengikat kedua belah pihak sebelum melangkah ke AJB (perjanjian awal),dan AJB tidak harus berdasarkan IJB " jelasnya..terdengar aneh memang..namun itu lah penjelasan dari notaris tersebut, "Saat melakukan IJB dihadiri dari kedua belah pihak. Namun melihat dari IJB luas tanahnya kurang dari 2 ha, akan tetapi setelah terbentuknya AJB jadi 3 HA,karena waktu pembuatan IJB belum diukur oleh BPN " katanya panjang lebar dihadapan persidangan.

Agil suwarto malah mengatakan bahwa ada perjanjian atau kesepakatan ulang antara penjual dan pembeli pada tanggal 14/2/2013 dan ada berita acara juga dari hasil kesepakatan ulang tersebut.

Agil juga mengatakan bahwa pada saat penandataganan IJB dan AJB penjual hadir dan tanda tangan, saat ditanya oleh penasehat hukum para terdakwa berapa kali para penjual datang jadi agil menyebutkan bahwa penjual (alm Kaskan dan Ayuni) 2 ( dua ) kali datang ke tempatnya.. 

Pada kesempatan yang diberikan oleh majelis hakim terdakwa Suliono selaku anak dari Ayuni mengatakan bahwa ada beberapa kesaksian Agil yang BOHONG apalagi terkait pernyataan Agil mengenai kehadiran Alm Kaskan an Ayuni ke kantor notaris yang katanya hadir 2 (dua) kali, Suliono mengatakan kepada majelis hakim bahwa pernyataan itu BOHONG karena pada saat Agil menjadi saksi di PTUN Surabaya Agil mengatakan penjual datang 3 (tiga) kali.

Arifin SH penasehat hukum terdakwa setalah selesai sidang mengatakan, dirinya menilai ada indikasi persekongkolan antara Agil sebagai notaris dengan Felix sebagai pembeli. Karena beberapa surat menunjukan ada ketidak sesuaian. "Ironisnya AJB belum keluar Felix sudah membuat surat pernyataan kepemilikan itu sangat fatal ,"Karena itu kami akan mengkaji kalau itu terbukti kami akan tindak lanjuti untuk melaporkan Felix dengan Agil," katanya. Lanjut Arifin, untuk mengenai surat berita acara yang dibuat oleh mantan Kades yaitu H.Karto, itu hanya akal-akalan. "Seharusnya kalau memang itu ada dari awal, maka dalam penyidikan ada, tpi saat Agil jadi saksi surat berita acara muncul itu kan aneh. Kami akan kaji lebih dalam lagi apakah itu benar apakah hanya rekayasa," jelasnya. Arifin menambahkan, saksi notaris berbelit-belit saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim. "Saksi menerangkan dipersidangan banyak yang ditutup-tutupi dan berbohong," imbuhnya. 

Sedangkan mantan kades prambangan H.Karto sudah 3 (tiga) kali dipanggil oleh JPU untuk menghadiri sidang ini dan memberikan kesaksian sesuai dakwaan tidak hadir, namun begitu majelis hakim mengatakan diharapkan hadir pada persidangan berikutnya rabu ( 6/12 ) yang akan datang.

Bersambung.....


Partner Arifin s,zakaria / team ) .

Post a Comment