GRESIK, infojatim.com -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Obyek wisata banyu biru yang berada di Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Jawa Timur sebenarnya diproyeksi jadi wisata favorit. Namun, saat ini wisata tersebut 'Tak Lagi Biru' karena kondisinya kurang terawat dan terbengkalai.


Sebelumnya, keberadaan wisata di kampung halaman Bupati Sambari Halim Radianto menjadi jujukan wisatawan karena kondisi keasriannya masih terjaga serta ditambah banyaknya pepohonan yang rindang.

Sementara warna biru yang terlihat karena adanya kandungan belerang yang terdapat dalam sendang. Hal itu dipercaya oleh orang yang sudah berkunjung, sebagai salah satu cara untuk mengobati penyakit gatal.

"Dulu airnya biru seperti air laut. Kini berubah menjadi hijau dan kondisinya kurang terawat. Juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit karena air-nya mengandung belerang," kata salah satu warga sekitar Qurotul Aini, Jumat (21/8/2020).

*Aini menyebutkan sejak direvitalisasi kondisi wisata tersebut berubah drastis. Jika sebelumnya terlihat asri dan alami, kini berubah jadi wisata buatan kolam renang. Bahkan wisata yang sebelumnya mematok tiket masuk, kini sudah tidak lagi. Diduga ada pembiaran wisata itu dikarenakan Kades sekarang didukung oleh salah satu pemilik kolam renang yang ada di Desa Lowayu juga. 


* Makanya wisata Telaga Biru ditelantarkan jadi banyak kumuh dan banyak sampah yang lebih parah lagi terkait Wisata Telaga Biru yang sangat memprihatinkan saat ini dan diharapkan bisa di upayakan untuk dapat dilestarikan kembali tentang keindahan alam wisata Telaga Biru tersebut. 

"Dulu sempat kalau warga luar desa masuk pakai bayar dan beli tiket untuk perawatan. Tapi sekarang udah nggak, karena mungkin sepi. Petugas wisata juga tidak ada. Dulu masih ada yang bersihkan," tambah dia.

Sebagaimana informasi pada tahun 2018, Pemkab Gresik melalui APBD bantuan keuangan (BK) menggelontorkan bantuan ke Desa Lowayu sebesar Rp 1 Miliar untuk merevitalisasi wisata banyu biru. 

Di tahun itu, pemerintah desa setempat melakukan revitalisasi total dengan membuat kolam renang serta menambah fasilitas umum seperti kamar ganti, gazebo dan toilet serta area parkir di wisata tersebut.

Kepala Desa Lowayu Amin Iskandar menjelaskan sepinya wisata yang ada di desanya. Ia menyebut kondisi tersebut karena adanya pandemi Covid-19. Bahkan, wisata tersebut sempat tutup sementara.

Sejak pandemi, ditambahkan dia pemerintah desa mengimbau agar warga berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah. Amin juga berharap, agar wisata ini bisa pulih kembali.

"Iya benar, sepi itu karena pandemi. Bahkan sempat tutup. Kan sejak akhir Maret. Ya saat ada Corona kan warga lebih banyak di rumah saja daripada di tempat wisata," ungkap dia.

Amin menyebutkan, wisata tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Sedangkan, pada tahun 2018 dilakukan revitalisasi dengan menambah wahana baru yang diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pemasukan kas desa.



"Setelah itu lalu kami membentuk BUMDes untuk mengelola Wisata Banyu Biru Lowayu Gresik, kenapa biar bisa memberikan memajukan dirasa lebih jadi tempat wisata yang alami. Kalau disitu kan ada sejarah, membuka ke-alamian itu," tambah Amin.*( BERSAMBUNG )


Penulis : Hasanudin 
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com gresiknews1.com  : Arifin S.Zakaria

Post a comment