Gresik - Bupati Gresik menyatakan akan terus mempertahankan kirab budaya penobatan Prabu Satmoto setiap Hari Jadi Kota Gresik. Pernyataan ini disampaikan Dr. Sambari Halim Radianto di Gedung Puteri Mijil Sabtu (12/3/2016) saat persiapan pelaksanaan Kirab Budaya Dalam Rangka HUT Pemkab Gresik yang ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik yang ke 529.

Dihadapan para awak pers, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim beserta seluruh anggota Forkopimda Gresik yang saat itu mengenakan baju gamis warna putih lengkap dengan surban dan keris yang disengkelit dipinggang tampaknya sudah siap melaksanakan kirab Budaya.  Sambari mengatakan pada Pemerintahan yang ke dua ini Sambari-Qosim sudah melaksanakan 5 kali kegiatan ini, yaitu Kirab Budaya yang diawali dengan semacam fragmen sejarah, merekontruksi penobatan Prabu Satmoto (Sunan Giri).

Untuk saat ini, Fragmen penobatan yang prosesinya yang dulu berada di Situs Giri Kedaton dipindah di Masjid Sunan Giri. Tentang hal itu, Sambari menyatakan bahwa hal ini untuk lebih menggaungkan syiar Islam. "Penobatan kami pindah ke Masjid Sunan Giri yang berada di komplek Makam Sunan Giri. Hal ini agar masyarakat bisa menyaksikan langsung. Selain sebagai Syiar Islam, Penobatan Prabu Satmoto ini memberikan semacam pelajaran sejarah kepada masyarakat Gresik, agar mereka tahu dan paham" ujarnya.

Memang penobatan Prabu Satmoto pada 9 Maret 1487 di rekontruksi kembali. Meski saat ini tidak di Giri Kedaton lagi, tapi lokasi Masjid Sunan Giri ini masih layak karena juga berada di Kompleks Makam Sunan Giri. "Dulu setelah penobatan, Sunan Giri juga mampir ke Masjid Sunan Giri untuk istirahat sebentar" tutur Mohammad Qosim yang mendapat informasi dari ahli sejarah Gresik. Masih seperti dulu, Beberapa properti asli misalnya keris Kolomunyeng tetap dihadirkan"Yang jelas tidak mengurangi plot yang sudah ditulis dalam sejarah" tambah Qosim.  

Seperti yang sudah direncanakan para masa pemerintahan yang pertama dulu, bahwa Sambari Qosim akan membangun Islamic Centre di tiap Eks Pembantu Bupati. Maka pada masa Pemerintahan yang ke dua ini bertekad untuk memulai pembangunab Islamic Centre. "Rencana ini sudah matang, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sudah kami susun. Sebentar lagi akan kami sampaikan ke DPRD" ungkapnya serius. (sdm/arifin sz/team)
   

Post a comment