Gresik, infojatim.com - Motto Berani, Transparan, Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Aksi Unjuk Rasa Damai yang dilakukan oleh LSM ( GEPAL)  gerakan Penolak Lupa yang bertempat di depan Kantor Pemerintah Kab. Gresik Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo 245 Kec. Kebomas Kab. Gresik pada hari Kamis 22 April 2021 Pukul 09.30 WIB s,d selesai,  dalam aksinya dari LSM GEPAL pada intinya agar untuk Relokasi Sementara Pedagang Buah Pasar Kota Gresik di Pintu Utama Pasar Kota Gresik juga penertiban Pkl seluruh stand di pasar kota Gresik,  serta  Usut Tuntas adanya dugaan  Pungli di Pasar Kota Gresik. 

Adapun dengan adanya pengaduan dari para pedagang buah di pasar kota Gresik kepada LSM GEPAL adalah setidaknya para pedagang buah dalam Penataan stand di pasar kota Gresik yang dirasa kurang baik sehingga terkesan hanya menguntungkan stand stand tertentu dan masih banyaknya pedagang pedagang liar yang terkesan adanya pembiaran oleh pihak UPT Pasar Kota Gresik semakin menambah keruwetan penataan pasar Kota Gresik, " Ucap, " Sdr Safik Udin. 

Karena  setelah langsung Kami  melakukan survey di tempat pengaduan dan kami melihat bahwa penataan pedagang buah di pasar kota Gresik sangat tidak layak karena berdekatan dengan stand ikan/ayam yang pada saat itu sangat kumuh dan bau sekali berada dibelakang pasar Kota Gresik

Dari penyampaian yang sudah di sampaikan dari LSM  GEPAL bahwasanya dari perwakilan 5 dari Pedagang Buah Pasar Kota Gresik melaksanakan Mediasi. 

Mediasi tersebut  dengan Pedagang Buah yang di temui oleh Fandi Akhmad Yani, SE (Bupati Gresik),  . Ir. Ida Lailatussa'diyah, MM (Asisten II Setda Kab. Gresik), Ir. Agus Budiono, MM (Ka Diskoperindag Kab. Gresik).,Drs. Darman, MM (KaKan Kesbangpol Kab Gresik ,  Anang, S,Sos (Ka UPT Pasar Kota Gresik) A.M Reza Pahlevi, A.P (Kabag Humas dan Protokoler Kab. Gresik),  Sholikul Rahman (Dinas Pol PP Kab. Gresik),  serta Anggota dari satuan polres Gresik. 

Gus Yani panggilan akrab Bupati Gresik memberikan kesempatan kepada para pedagang  untuk menyampaikan keluh kesah  dalam ruang mediasi di lantai 2 dalam permasalahan pedagang pasar kota Gresik mengecam keras kepada Anang S.Sos ( Ka UPT Pasar Kota Gresik)  jika ada permasalahan terkait pedagang jangan saling lempar,  itu yang di sampaikan oleh Bupati Gresik dalam ruangan tersebut yang juga terpantau langsung oleh Tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group Arifin S.Zakaria. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani SE Dalam Mediasi ini  merupakan musyawarah terkait bagaimana penataan pasar dimana selalu saya kampanye kan dimana pasar itu harus bersih,sehat dan aman , bagaimana kita dapat  menuju terciptanya pasar yang benar benar bisa dirasakan kebaikan bagi kita bersama, " Ujar, " Bupati Gresik, " 

Kelompok Paguyuban Pasar Kota Gresik dari kejadian kebakaran sebelumnya sampai  dibangunnya pasar sampai saat ini kami tidak mendapatkan tempat,  sebanyak 818 pedagang, dengan pembangunan pasar baru dengan kondisi 3 lantai dengan harapan ciptakan pasar di dalam pasar dengan situasi kondisi yang sehat " Ucap, " dari salah satu Paguyuban Pedagang Pasar Kota Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, SE  dengan panggilan akrabnya Gus Yani untuk menciptakan suasana di dalam pasar perlu terobosan baru dari pemerintah dan Kita sudah mempunyai gambaran terkait pasar,  agar terkesan baik dan nyaman waktunya kita berbenah dengan penataan yang jangan sampai merugikan pihak pihak lain, " Pungkas, " Gus Yani. 

Harapan dari Gus Yani dari musyawarah ini nantinya mendapatkan solusi yang terbaik yang tidak saling merugikan pada pengelolaan dan penataan pasar,  Mudah - mudahan Gresik Baru dapat bermanfaat dan dirasakan bagi Masyarakat khususnya bagi masyarakat Gresik untuk dapat kita nikmati bersama, " Harap, " Gus Yani. 

LSM GEPAL mendapatkan pengaduan dari pedagang buah pasar kota Gresik ada 26 pedagang dari tahun 1998 terkait lokasi dan sudah kami survey langsung ke lokasi memang kurang tepat dan harus ada penataan ulang juga terkait Surat izin Menempati (SIM) ada yang sudah dilakukan jual beli lunas hingga tidak bisa dibalik nama, " Ujar, " Abdul Wahab dari LSM GEPAL. 

Selain itu juga usut tuntas adanya dugaan pungutan liar dari pedagang yang berada ditengah tengah pedagang buah dengan sayur dimana mereka membayar namun tidak menerima retribusi maka harus diusut adanya dugaan atau indikasi pungutan liar . 

Untuk ketertiban PKL harus juga diperhatikan agar tidak terlihat  kumuh dan kita sudah berulang kali menegur dan mengingatkan kepada PKL yang ada ditempat tersebut tidak ada respon maka menganggap mereka liar. 

Mengenai Surat Izin Menempati (SIM) dimana saat itu masih tarik ulur dengan peraturan maka mundur ditambah lagi dengan adanya jual beli antara yang satu dengan yang lain ada yang sampai pemiliknya meninggal maka tempat tersebut mangkrak

Terkait Retribusi  dimana ada retribusi dirangkap menjadi satu namun ada waktu tertentu dimana kami dipisah tidak boleh menyalakan lampu dari sini juga usulan sudah kami sampaikan kepada  kepala UPT pasar Kota Gresik,  namun tidak pernah ditanggapi dan direspon,  "Ucap, " dari perwakilan pedagang pasar baru kota Gresik.

Harapan dari pedagang buah meminta kepada Pemerintah untuk penataan ulang agar pedagang buah tetap didepan sebagaimana terlihat dipasar pasar Kota yang lain,  dengan adanya  mediasi dan keluhan dari saudara kita para pedagang buah agar ada solusi dan saling masukan maka dari sini kita harus saling memahami dan untuk mencari solusi yang terbaik dan Menata Ulang Kembali Pedagang Pasar Kota Gresik. Sampai berita ini diturunkan hari Jum,at (23/4/2021)  . (Bersambung Selanjutnya) . 




Penulis Arifin S.Zakaria 
( Pendiri Penanggung Jawab Redaksi )

Post a comment