LAMONGAN infojatim.com - Sekarang lagi ngetren dan ramai disetiap acara kegiatan haul waliyullah dan para masayyikh di tanah air selalu di promotori oleh  para pasukan putih Sayher Mania dengan gebyar sholawatnya yang penuh semarak dan atraktif, namun di acara Haul mbah Sayyid Abdurrahman ini justru lain dari pada yang lain,bukan di promotori Sayher Mania,tapi Briker mania, Briker mania adalah istilah baru yang di gagas oleh Prof.Dr.K.M.Muzakkin.M.pdi,MH. Ketua umum JCW(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa timur,yang juga ketua pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia)ini, di gagasnya briker mania ini diharapkan agar briker tdk dipandang sebelah mata oleh publik,hanya pinter ngedabrus saja, tapi punya kwalitas yang sama dengan komunitas lainya, termasuk bisa mewarnai kegiatan di setiap acara haul  waliyullah di tanah jawa ini, menghadiri haul itu adalah ibadah,dan juga ngalap barokah, ngalap barokah itu penting bagi ummat islam,karena ngalap barokah adalah sebuah proses berwasilah,untuk bermunajat, dan memohon kepada Allah, ngalap barokah itu bukan meminta kepada Wali,tapi berdo'a memohon kepada Allah, di tempat orang yang sholeh, orang benar-benar dekat kepada Allah Swt, Briker mania ini beberapa bulan yang lalu sudah pernah kumpul di pesarean Joko Tingkir di dusun Duko,desa Pringgoboyo kecamatan Maduran Lamongan untuk melakukan kegiatan ziarah dan dzikir bersama, sekarang menghadhiri haul akbar mbah Sayyid Abdurrahman di desa Simorejo,Widang Tuban Jawa Timur, Mbah Sayyid Abdurrahman bin Abdulloh adalah keponakan Mbah Sunan Bonang yang menyebarkan agama islam di daerah Simorejo dan sekitarnya, posisi makamnya berada di tengah perkampungan desa, Briker mania disamping menghadiri acara haul dan penggemukan,tidak kalah pentingnya adalah agar mengetahui sejarah perjalanan penyebar agama islam di pulau jawa, Dalam Briker mania ini ada dua komunitas, diantaranya komunitas pecinta Wali Nusantara yang ketuai oleh K.Mas'ud(Mbah Nang), dan komunitas Ontheling yang diketuai oleh Cak Mukin Sekaran Lamongan, dalam acara tersebut turut hadhir pula ketua lokal 14.324 Mas biru beserta sederet stafnya diantaranya : ada Mas Kobra,Mas Kholis,Mas Empu,Mas Gembluk,Syeh bagio,Pak Raden,Mas Dadung,Mas Menteng,
Pak Wafiq,Mbah Wongso,Mas Gimo,Mas Gibran,Mas Jojon,kaji Gundul,Mas Ipong,Mas Bayan,Mas David,Mbak Nur sekalian,dan tidak ketinggalan pula Pak Lumut(H.Salam dari Siman).
kehadhiran para briker mania ini disambut gembira oleh panitia, diantaranya Mbah wo, pak Brahim,mbah Hengky,Pak Sekdes,Bpk kepala desa,jajaran aparat desa,para tokoh masyarakat Simorejo,dan tamu undangan lainya,
Atas nama tuan rumah Pak Pur dalam sambutanya mengatakan, "ini haul kami adakan yang ke 11,makam wali ini ditemukan oleh guru saya bernama Mbah Mansur (Almarhum)dari Sidoarjo,beliau ini yang membimbing saya,dan memperintahkan untuk merawat makam ini",ujarnya,
(Selasa, 19/12/2017).

Kepala Desa Simorejo juga sempat memberikan sambutan,menurutnya,"Kami atas nama kepala desa,berterimakasih sekali atas kehadhiran bpk-bpk semua di acara haul mbah Wali Sayyid Abdurrahman di desa kami ini,saya beserta aparat pemerintah desa,mohon bimbingan kepada para bpk kyai yang hadhir,dan selalu siap membantu apapun yang dibutuhkan di pesarean ini",ungkapnya.

Acara tersebut menghadirkan dua penceramah dari tokoh dunia spiritual jawa timur,diantaranya K.Mas'ud(Mbah Nang) pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sekaran,Lamongan,dan beliau ketua penasehat komunitas pecinta Wali Nusantara,yang juga sesepuh briker jawa timur, Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH(Gus Zakky/Aba Condro),pengasuh pondok pesantren khusus Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" disekanor,Sendangagung,Paciran Lamongan,jawa timur.

K.Mas'ud yang akrab dipanggil Mbah Nang itu mengatakan dalam ceramahnya,"Briker di Lamongan ini ada dua komunitas,yaitu ontheling dan pecinta wali nusantara,olah raga ontheling itu penting kita lakukan, agar jasmani kita bisa  sehat,namun tak kalah pentingnya  dzikir,ziarah,dan ritual di makam waliyullah seperti ini juga penting sekali,sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,bila jasmani dan rohani kita sama-sama sehat,maka segala aktifitas dan perjuangan apapun akan lancar,dan hidup juga penuh dengan barokah", tuturnya,
lanjut mbah Nang mengatakan, " Lah seperti Menteng itu,bolak balik tang tung ngopi di tandon itu ya baik-baik saja mas,tapi itu belum sempurna jika tidak di imbangi dengan ngaji seperti ini",tutur mbah Nang, disambut dengan gelak tawa gerrrrr oleh anggota briker yang hadhir dalam acara tersebut,

Hal senada djuga disampaikan oleh Prof,Muzakkin,(Gus Zakky/Aba Condro),"Hidup itu harus ada keseimbangan,urusan dunia dan akherat harus sama-sama berjalan secara maksimal,kerja cari duit untuk kebutuhan hidup itu penting,tapi ngaji untuk sangu ke akherat nanti juga sangat penting,ada tiga manfaat kita menghadiri haul mbah Sayyid Abdurrahman ini,pertama,untuk meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita kepada Allah Swt,
Kedua,untuk meningkatkan kwalitas karya dan perjuangan kita,ke tiga untuk meningkatkan kwalitas hidup kita di hadapan Allah Swt", terangnya,
Selain itu kata Gus Zakky, "Menghadiri Haul ini berarti menunjukkan kita cinta kepada Walinya Allah,cinta kepada Wali berarti cinta kepada nabi besar Muhammad Rosulullah Saw,karena Waliyullah adalah warostatul ambiya',pewaris dari Nabi,  jelasnya.

Acara di akhiri dengan penutup do'a oleh K.Muhsin(Mbah Rosyad dari Balandono,sesepuh briker Lamongan Jawa Timur),
Kemudian petugas pembawa acara Bpk,Siswo,S.Ag,Spd,yang akrab dipanggil pak Sby yang juga mantan kepala desa Sekaran ini mempersilahkan tamu undangan untuk melakukan ramah tama, agar antara masyarakat setempat dan komunitas briker mania Lamongan jawa timur, bisa terjalin ukhuwah islamiah  dengan penuh persaudaraan,
Pungkasnya,

Hidup Briker mania,NKRI harga mati.



Arifin S Zakaria
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)

Post a comment