Gresik, infojatim.com - Motto Berani , Transparan, Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Aksi Unjuk Rasa  Damai oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Gresik (PC PMII) Gresik yang bertempat di depan Kantor Pemerintah Kab Gresik Jl. Dr wahidin Sudirohusodo 245 Kec.Kebomas Kab.Gresik, pada hari Senin  tanggal 08 Maret 2021, yang diikuti oleh 50 orang dengan pimpinan penanggung jawab Sdr. Moh. Sholikul Hadi (Korlap Aksi)

*Dalam Aksi Unjuk rasa damai dalam rangka Hari Perempuan Internasional dengan tuntutan Hentikan seluruh bentuk Diskriminasi, Sub Ordinasi dan Tindakan anti Demokrasi terhadap Kaum Perempuan dan Seluruh Rakyat Tertindas. Sah kan Seluruh PKS, " Ujar, " dari Korlap Aksi 

*Dan Hentikan Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga, serta Cabut UU 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Seluruh Peraturan Turunannya. Berikan Kebebasan Berorganisasi dan Berserikat Bagi Kaum Perempuan terutama Buruh Tani Perempuan di Pedesaan, " Ucap " dari aksi unjuk rasa damai. 

* Selanjutnya Hentikan Monopoli dan Perampasan Tanah atas Nama Infrastruktur Serta Percepatan Pembangunan. 

* Dan juga Cabut UU Pendidikan Tinggi dan Wujudkan Pendidikan yang ilmiah, Demokratis Serta Mengabdi Pada Rakyat , juga wujudkan Reforma Agraria sejati dan Industrialisasi Nasional. 

Berbagai peralatan yang dipergunakan dalam aksi Unjuk Rasa Damai dalam memperingati Hari Perempuan Internasional dengan menggunakan Megaphone,poster,sepeda motor,bendera,selebaran,banner dan APD ( Masker,Hand sanitizer) agar sesuatu berjalan dengan lancar dan aman. 


* Dengan rangkaian giat aksi unjuk rasa damai yang tiba di depan kantor Bupati Gresik dengan secara bergantian, bahwa dalam Sejarah telah mencatat bahwa hari perempuan internasional adalah perjuangan buruh perempuan di New 
York, Amerika Serikat pada 8 Maret 1857, dalam sebuah Rapat Umum yang diikuti oleh 30.000 perempuan kelas buruh dan para pendukungnya yang melakukan protes terhadap upah murah dan kondisi kerja yang buruk, " Ungkapnya, " 

* Bahwa tanggal 8 Maret harus diperingati sebagai hari perlawanan kaum perempuan kelas buruh dan upaya untuk membangkitkan gerakan pembebasan perempuan di dalam garis perjuangan.

* Agar ketertindasan perempuan disebabkan karena adanya masyarakat berklas, adanya kepemilikan pribadi dan akumulasi produksi menyebabkan perempuan dalam belenggu 
dominasi budaya feodal patriarchal.

* Juga di aspek ekonomi perempuan buruh pabrik dan buruh kebun masih mengalami diskriminasi upah dan kondisi kerja yang buruk. Selain itu Di aspek politik, partisipasi perempuan masih sangat rendah. Bahkan kini, di periode pemerintahan Jokowi yang kedua 2019-2024 jumlah anggota DPR RI perempuan hanya 118 orang atau sekitar 20,5% persen dari total 575 orang. Maka yang menjadi persoalan bukanlah kuota 30% keterwakilan perempuan di 
lembaga tersebut.

* Di aspek kebudayaan, akses perempuan terhadap pendidikan dan kesehatan reproduksi juga masih rendah. Kaum perempuan banyak terjebak perkawinan anak, tak lain dan tak bukan hanya karena ingin keluar dari kemiskinan sebab rendahnya tingkat pendidikan dan kesempatan kerja, " Ucap, "nya. 

*Wakil Bupati  Gresik Dra. Aminatun Habibah, M.Pd menemui masa aksi di depan Kantor Pemkab Gresik,  selanjutnya Masa aksi membubarkan diri yang dilanjutkan menuju ke Kantor DPRD Gresik, Bahwa aksi unjuk rasa oleh PC PMII Gresik dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Dalam Aksi Unjuk Rasa Damai terpantau langsung oleh Tim  Redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group Arifin S.Zakaria di lapangan. 



Penulis: Arifin S.Zakaria 
( Pendiri Penangung Jawab Redaksi )

Post a Comment