Gresik - Terkait berbagai kejadian penyimpangan seksual yang terjadi ditanah air, serta adanya informasi data yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, bahwa angka angka aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta. Maka Wabup Qosim mengingatkan semua Ketua RT dan RW di Kabupaten Gresik untuk menjaga lingkungannya.

Harapan Wabup Gresik ini disampaikan saat membuka acara Pembinaan dan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan (RT/RW) Kabupaten Gresik pada Senin (23/5/2016) yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja.  Acara yang dihadiri oleh 500 Ketua RT dan RW se Kabupaten Gresik ini menghadirkan nara sumber dari Badan Pemeberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur.

"Anda sebagai pemimpin serta tokoh masyarakat di wilayah desa dan kelurahan, tentu harus selalu mewaswaspadai dengan keberadaan anak-anak dan remaja. Menurut berita dan informasi justeru para remaja dan anak-anak yang rentan terhadap kasus kasus kejahatan seksual" tutur Qosim. "Banyak kasus yang pelaku serta korbannya adalah anak yang masih dibawah umur" ujarnya lagi.

Pada kesempatan itu, Wabup Qosim juga memberikan angin segar kepada para Ketua RT dan RW. "Tahun mendatang, kami akan mengupayakan untuk menaikkan honor para Ketua RT dan RW se Kabupaten Gresik. Semoga bisa naik seratus persen" harap Qosim. Selaku Pemerintah, Qosim meminta maaf karena tidak bisa memberikan honor lebih banyak. "Karena setiap sedikit kenaikan akan menaikkan anggaran bermilyar-milyar rupiah" tambahnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Gresik, Agus Budiono melalui kabag Humas Suyono mengatakan, yang disampaikan Wabup ini benar. Dengan Honor RT/RW saat ini sebesar Rp. 500 ribu pertahun dengan jumlah RT RW sebanyak 7.957 maka dana yang dianggarkan sekitar Rp. 40 milyar pertahunmilyar."Kalau nanti pada tahun 2017 naik seratus persen, maka tinggal dikalikan dua dari anggaran yang sekarang" ujarnya. sdm/arifin sz/ team      

Post a comment