GRESIK - Kebutuhan darah dengan perkembangan jumlah penduduk ternyata tidak seimbang, seperti kebutuhan darah di Gresik sangat luar biasa, kebutuhan darah yang tidak seimbang ini tentunya harus di iringin dengan semangat pengurus untuk terus memenuhi kebutuhan.

Terlihat di lapangan, pegurus tak henti-hentinya mensosialisasikan atau melayani dengan mobil Donor darah di tempat-tempat keramaian, ini merupakan langkah baik menyongsong pendonor darah baik yang sudah menjadi peserta maupun warga baru. Demikian disamapikan Bupati Gresik pada peringatan HUT palang Merah Indonesia ke 71 dan pemberian penghargaan Donor darah sukarela di Ruang Mandala bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati. Jum'at (30-09-2016).

Ada 76 pendonor darah yang menerima penghargaan atau Pin. Untuk yang 100 kali pendonor darah di berikan penghargaan dari Presiden RI, bagi yang telah mendonor darah sebanyak 75 kali di beri penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, sedang bagi yang mendonor darah sebanyak 50 kali mendapat penghargaan dari Bupati Gresik.

Bagi sukarelawan pendonor darah yang telah mendonorkan darahnya hingga 100 kali, merupakan bentuk kepedulian sesama, termasuk yang sudah 75 kali, 50 kali maupun pendonor pemula. Kepedulian ini patut di acungi jempol, karena setetes darah adalah nyawa bagi yang membutuhkan, jadilah PMI selalu berada di samping atau diantara kita, harap Bupati.

Sementara itu Ketua PMI Gresik Ir. H. Najib menjelaskan bahwa di usia yang ke-71 ini PMI Gresik selalu berusaha menjadi PMI rujukan di wilayah pantura. Perkembangan PMI dari tahun-tahun selalu mengalami kenaikan.  tahun 2011 jumlah pendonor mencapai 13.325 orang dfengan  jumlah darah berkisar 11464 bag/kantong. Tahun 2915 jumlah pendonor naik menjadi 19.938 dengan jumlah darah sebanyak 20.275 bag/kantong. Jumlah darah yang terkumpul di PMI ini terus kami distribusikan di 46 Rumah sakit di Gresik dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan akan darah. Dan dalam waktu dekat PMI akan melounching gedung PMI baru.

Diakuinya keberadaan PMI Gresik memang masih jauh dari harapan, karena masih ada beberapa alat yang perlu atau di butuhkan untuk menjawab tantangan kesehatan diantaranya  alat pemisah trombosit dan alat Tes infeksi/penularan, dua alat ini belum ada di PMI Gresik. Alat ini bisa mendeteksi calon pendonor  kena penyakit atau tidak. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada TNI karena TNI merupakan pendonor darah terbanyak.

Hadir pada HUT PMI ke 71 yaitu skretaris PMI Jatim, Kepala RS lantamal Surabaya, penggerak donor darah di Perusahaan dan undangan lainnya.

Asz/team/d2g

Post a comment