LAMONGAN infojatim.com - Paciran berduka, innalillahi wainna ilaihi rojiun, segenap pimpinan dan pengurus JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur dan segenap crew infojatim group turut berduka atas meninggalnya ulama' teladan bagi ummat di kawasan Paciran dan Lamongan pada umumnya, beliau adalah K.H.Ahmad Suhamdhi Rowi, Menurut Prof.Dr.Kyai,M.Muzakkin M.pdi,MH (Gus Zakky), Ketua Umum JCW Provinsi Jatim, "Almarhum ini adalah ulama' Semua Ummat, karena semasa hidupnya jadi teladan bagi ummatnya, semoga almarhum husnul khotimah, amal ibadahnya diterima dosa2nya diampuni oleh Allah, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesabaran, Amin", tuturnya saat ditemui awak media di kantor JCW Surabaya, (Kamis 8/03/208).

Selain itu, kata Gus Zakky yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Sudah banyak ulama' kita dipanggil oleh Allah satu persatu, itu tanda cahaya didunia ini sudah mulai redup, semoga murid-muridnya bisa meneruskan perjuangan dan meneladani prilaku beliau yang santun, merakyat dan bersahabat" ungkapnya.

"Bumi Paciran menangis" begitu kalimat singkat yang di tulis oleh Ustadz Benny yang di share oleh Ustadz Farid di grup WA Nahdhiyin Pantura, bumi paciran menangis karena merasa kehilangan sosok beliau ini.

Kita menyadari setiap mahkluk yang diciptakan oleh Allah pasti akan mati, kapan kita akan meninggal dunia ini tak satupun manusia yang mengetahuinya, kita tinggal menunggu giliranya saja, KH. Ahmad Suhamdi Rowi, pada pukul 15.30 tgl 07 maret 2018, beliau menghembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap kepada Allah Swt, di Rumah Sakit NU Tuban pada usia 72 tahun, kini Ulama' itu telah pergi meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya.

Pada hari kamis tgl 8 maret 2018, pukul 10.30 jenazah dibawah ke masjid Jami At-Taqwa Paciran, sambil menunggu waktu salat dzuhur dan sholat Jenazah, dibacakanlah tahlil dan do'a bersama,

Beliau lahir pada tanggal 26 Juli 1946, almarhum merupakan ulama yang mempunyai jasa yang luar biasa di Desa Paciran, di organisasi NU (Nahdlatul Ulama) almarhum berkiprah sebagai pengurus Ranting, pengurus MWC, hingga Cabang Lamongan, menjadi Pendidik di sekolah Mazra'atul Ulum, di desa menjadi anggota BPD Paciran, di masjid Jami At-Taqwa Paciran menjadi takmir, jadi soal perjuanganya tidak diragukan lagi.

Dalam proses upacara pemakaman, di hadiri oleh ribuan jamaah, adapun tertib acara sebagai berikut, setelah sholat dzuhur kata sambutan oleh adik beliau yaitu KH. Zarkasyi Rowi, kemudian shalat Jenazah dan do'a dipimpin oleh KH. Salim Azhar, acara dilakukan dengan penuh hikmah, dengan dihadiri para ulama lintas golongan se-kabupaten Lamongan, pejabat pemerintah, siswa Mazra'atul Ulum Paciran, alumni guru, dan masyarakat umuum.

Lokasi pemakaman berada di makam keluarga di selatan Madrasah Mazra'atul Ulum Nggunung Paciran, ribuan orang mengantar dan mendoakan sepanjang jalan baik laki-laki maupun perempuan, pemakaman selesai di akhiri dengan do'a talqin oleh KH. Musthofa Abdurrahman.

Pepatah mengatakan, Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jasa kebaikanya, kalimat ini pantas di sandang oleh almarhum, karena semasa hidupnya beliau benar-benar ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat dan agamanya, tak heran bila ribuan ummat turut menghantarkan ketempat peristirahatan terakhirnya

Selamat jalan wahai Ulama' Pantura, JCW Jatim akan selalu mengenang jasa dan perjuanganmu,
beristirahatlah dengan tenang, surga telah menantimu. Demikian kata Gus Zakky yang juga Pimpinan Padepokan Pondok Pesantren khusus Rehabilitasi Sakit Jiwa, Pecandu Narkoba, Mantan Preman dan Anak Jalanan "Dzikrussyifa' Asma' berojomusti" di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan ini dalam mengakhiri pembicaraanya.


suaraJCWnews / Kiki JCW / ARZ Team

Post a comment