GRESIK infojatim.com - Ratusan anak yatim piatu wilayah Bp Kulon mendapatkan santunan dan Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Jalan Ikan kerapu .hari Sabtu (15/09/2019).

Pemberian santunan terhadap 200 anak yatim piatu ini sekaligus dalam mewujudkan kedekatan anggota dengan masyarakat untuk dapat lebih dipercaya, ujar H Suyitno.

Sebelum pemberian santunan, seluruh anggota Panitia majelis dzikir Rw.8 Bp.Kulon Sidokumpul Gresik menggelar doa bersama dengan Al ultadz Ahmad Bin Abu Bakar Assegap turut mendoakan semua warga Panitia Bp Kulon dan anak yatim piatu tersebut sebagaimana meningkatkan kebaikan di Tahun Baru Islam Penuh barokah, anggota Panitia dapat bekerja sendiri tanpa ada peran serta masyarakat.

Sejarah 1 Muharram tahun baru Islam, awalnya ditandai dengan peristiwa besar berupa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Hal tersebut menjadikan sebuah penamaan kalender Islam. 

Sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab tidak menggunakan sistem kalender tahunan untuk memperingati suatu peristiwa. Mereka hanya menggunakan sistem hari dan bulan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tahun Gajah, masyarakat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun 2019. 

Semua para sahabat Rasul Allah, seperti Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah berdiskusi untuk menentukan sistem kalender Islam. Dari banyaknya usulan, terpilihlah usulan dari Ali bin Abi Thalib yang mengusulkan kalender Hijriyah Islam dimulai dari persitiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

Sejarah 1 Muharram singkatnya menjadikan kalender hijriyah sebagai sistem penanggalan sehari-hari dengan menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, hal itu berlaku di beberapa negara mayoritas Islam.

Pemaknaan bulan Muharram 2019 berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Saat zaman Rasul Allah, peristiwa hijrah dilakukan sebagai strategi dakwah dan menanggapi situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada masyararakat Mekkah. 

Hijrah sendiri diartikan sebagai perjuangan meninggalkan hal-hal buruk ke arah yang lebih baik. Dan, kini peristiwa hijrah diartikan sebagai pembelajaran nilai kebaikan untuk diri sendiri, seperti berani meninggalkan sesuatu yang buruk yang merugikan diri sendiri dan beralih pada sesuatu yang baik.

“Di Tahun Baru Islam hari yang baik ini, anggota panitia dapat membentuk Insan yang berakhkal Karima demi melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” memberikan kehormatan kepada warga yang peduli terhadap lingkungan masyarakat. Warga sekitar, sampai berita ini diturunkan, Senin (16/9/19). menuturkan selama 2 tahun dirinya telah mengadakan acara santunan dan Khaum dhuafa.


HDK/ARZ infojatim.com ( pendiri dan penanggung jawab redaksi)

Post a Comment