GRESIK - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memastikan bantuan Sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Gresik non tunai bisa dicairkan mulai 5 Nopember 2016.

Kepastian ini disampaikan setelah pada Minggu (23-10-2016) melihat secara langsung kesiapan 296 agen di Gresik yang telah menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan kartu keluarga sejahtera kepada 61.335 penerima manfaat PKH di Gresik.  

Dalam kunjungannya kepada sejumlah penerima manfaat Bantuan social di Gresik, Mensos didampingi oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harri Hikmat. Rombongan Kemensos ini diterima di Ruang Manda Bakti Praja oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim. Turut mendamingi Wabup yaitu Sekda serta beberapa pejabat dari Pemkab Gresik maupun dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Terkait program PKH yang kali ini diberikan dalam bentuk non tunai, Khofifah menyatakan untuk memotivasi penerima bantuan agar memulai rajin menabung. Menurut Mensos, Kartu keluarga sejahtera yang berwarna merah putih ini bisa digunakan sebagai kartu debet. "Nantinya penerima manfaat PKH bisa mengambil uang sesuai kebutuhan dan disisakan sebagai tabungan", katanya.

Khofifah beralasan, selain untuk mendidik penerima manfaat PKH agar bisa menabung juga untuk meminimalisir penggunaan bantuan oleh orang lain yang tidak berhak. "Kalau dulu ada yang kartunya digadaikan kepada orang lain. Bahkan ada yang ketika menerima bantuan langsung dibelanjakan untuk keperluan yang tidak perlu. Untuk itu dengan pembayaran non tunai maka bantaun tersebut akan tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu" tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim menyampaikan terima kasih kepada Mensos yang telah banyak memperhatikan masyarakat Gresik. Menurut Qosim, saat ini bantuan social kepada masyarakat meningkat dibanding tahun sebelumnya. " Kalau dulu total bantuan social diberikan kepada 15.369 penerima. Tahun ini meningkat menjadi 24.532 penerima. Kami berharap bantuan social ini bisa bermanfaat dan meringankan beban masyarakat" katanya.

Pada kesempatan itu, Mensos Khofifah Indar Parawansa juga membagikan bantuan senilai Rp. 132 milliar. Bantuan tersebut meliputi dana Program Keluarga Harapan (PKH), dana kompensasi eks Timor Timur yang ada di Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. Bantuan hibah Paket sandang, serta bantuan anak berprestasi.

Arz/team/d2g

Post a comment