SURABAYA infojatim.com - Kini menjadi sorotan dikenal sebagaian kota besar setelah ibu kota jakarta, yang mana warga kota surabaya mempunyai sejarah Pahlawan yang tak mundur mengusir penjajah dan memiliki sederet tempat-tempat wisata yang banyak dipadati pengunjung, mulai dari tempat wisata religi seperti makam Sunan Ampel hingga hasil bumi dan hasil laut seperti pasar Pabean dapat di nikmati oleh seluruh warga kota Surabaya.

Namun kali ini ada yang tampak berbeda dari tempat perjudian dan prostitusi wonokromo yang sudah dianggap tempat "pengunjung dipadati oleh para hobby "bagi warga kota Surabaya maupun diluar kota surabaya.

Dari pantauan.awak media infojatim.com dari sepanjang jalan raya stasiun Wonokromo lokasi atau tempat perjudian dan prostitusi tersebut tidak terlihat, yang terlihat hanya para pedagang "Pasar Maling". 

Namun Warga Kota Surabaya Tidak Usah khawatir. Jika ingin ke tempat perjudian dan prostitusi Wonokromo di dalam seputar rel adanya para pegiat hobby. Seperti salah satu warga yang kerap berkunjung ketempat tersebut menuturkan kepada awak media team Infojatim.com. 

"Dibawah jembatan penyeberangan antara parkiran stasiun wonokromo dan pasar wonokromo ada warung kopi, disitu ada lorong sempit yang biasa dibuat lahan parkir roda dua, masuk saja sampai terlihat tembok yang berlubang disitulah pintu masuk para pengunjung judi dadu, jiki dan penikmat PSK Wonokromo. 

Ia juga menyampaikan kerapnya di operasi oleh pihak berwajib dan sampai berani melakukan aktivitas kembali karena di bantu orang dalam yang memberikan info kepada para pelaku judi dan prostitusi. 

"Saya tidak tahu, namun menurut cerita wanita yang saya boking seperti itu, jika akan ada operasi kita sudah di beri tahu dahulu, jadi tidak usah kuatir ada operasi atau tidaknya, yang penting bayar puas.," ungkapnya.

Untuk selanjutnya , jika dirinya tidak suka main judi meski di situ ada dua tempat perjudian yang sangat ramai pemain, namun ia hanya menikmati jasa seks yang termurah di kota Surabaya dan sekitarnya. 

"Tarif wanita itu bervariasi semua tergantung umur dan paras wajah PSK, mulai ada harga 25 ribu sampai 60 ribu sekali main, untuk masalah tempat ada di belakang semak-semak warung kopi yang bertenda biru dan beralaskan tikar. Namun jangan lupa pakai pengaman berupa kondom, karena banyak PSK yang terkena penyakit." Ungkapnya. 

Dari pantauan media ini, puluhan hingga ratusan laki-laki dan pria hidung belang berkunjung untuk menyalurkan hobi nya dalam perjudian jenis dadu, cap jiki hingga menyalurkan sahwatnya.

Suasana tempat tersebut tampak sunyi namun ramai dan terkesan tidak takut oleh aparat penegak hukum, meski sudah sering kali di tertibkan Polisi dan penegak perda yakni Satpol PP Surabaya lokasi perjudian dan prostitusi Stasiun wonokromo hingga masih berani beroperasi.

Kapolsek Wonokromo Akp. Christopher Adhikara Lebang saat dihubungi melalui seluler nya terkait perjudian dan prostitusi Stasiun Wonokromo Surabaya, yang sudah dianggap salah satu tempat wisata kota Surabaya, pihaknya mengarahkan ke kanit reskrim Polsek Wonokromo. 

"Untuk lebih jelasnya, langsung menghubungi kanit reskrim saya, saya lagi ada rapat di Polrestabes Surabaya," ujar singkat Kapolsek Wonokromo (22/09/19). 

Sementara itu kanit reskrim Ipda Arie Pranoto saat dikonfirmasi terkait perjudian dan prostitusi Stasiun Wonokromo enggan menanggapi dan memilih diam dan terkesan menghiraukan perintah atasan nya. Sampai berita ini diturunkan, Rabo ( 25/9/19). 


Ryl/ ARZ infojatim.com ( pendiri dan penanggung jawab Redaksi)

Post a comment