GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta catatan hasil verifikasi dari tim independent yang telah melakukan penilaian kesejumlah tempat atas kepsertaan Gresik sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nasional.
"Kami siap dan segera melakukan perbaikan atas catatan tim jura yang disampaikan kepada Kami. Bagi kami, juara itu buka tujuan namun yang penting bagi kami dapat memperbaiki segala sesuatu yang kurang. Perbaikan menuju Gresik sebagai Kabupaten layak anak ini penting karena menyangkut kebutuhan langsung masyarakat dan lingkungan." tegasnya didepan rombongan tim independen yang melakukan penilaian KLA saat beruadiensi di Ruang Graita Eka Praja, Jum'at (26/5).
Sambari menyampaikan beberapa hal bahwa di Gresik taka da desa yang tidak punya bidan. Bahkan beberapa desa ada bidan yang lebih dari satu. Di Gresik ada 1471 Posyandu, 241 Ponkesdes, 20 Puskesmas Rawat Inap, 12 Puskesmas Rawat Jalan, 74 Puskesmas pembantu. "Dana Kesehatan yang awal masa pemerintahan saya tahun 2010 hanya Rp. 5 M, tahun 2018 nanti sudah menjadi Rp. 135 M" katanya.
Bupati juga merinci beberapa hal terkait dukungan Pemerintah terhadap kebijakan Kota Layak Anak. "Kami mengupayakan enam bis mini gratis untuk angkutan anak-anak. Program Pemberian makanan tambahan anak sekolah. Kami mewajibkan pada sekolah yang ada di jalan raya untuk melaksanakan pemagaran sekolah. Menyediakan pintu lain untuk anak-anak agar lebih aman dari lalu lintas jalan raya. Serta ada dukungan dari Dinas Perhubungan dan Polres Gresik untuk membantu penyeberangan anak" tambah Sambari.
Dua orang anggota tim Penilai yaitu Budi Triwinata dan Taufik Ubaidah bergantian memberikan paparan tentang penilaian Gresik sebagai Kota layak anak. Beberapa catatan atas verifikasi Tim penilai yaitu, Gresik sangat bagus dalam layanan Akte Kelahiran, layanan Kesehatan serta layanan informasi anak. "Khusus layanan Akte Kelahiran yang ada di Gresik ini bisa di tiru oleh Kabupaten dan kota lain di Indonesia" tambah Taufik Ubaidah.
Beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu cakupan ASI eksklusif dan inisiasi menyusui sejak dini. Terkait hal itu anggota tim mencatat beberapa alasan yang ditemukan dilapangan. "Saya melihat di Gresik banyak ibu-ibu yang bekerja di berbagai perusahaan. Mungkin disini Pemerintah Kabupaten perlu masuk untuk memberikan penyuluhan sekaligus mengawasi agar di perusahaan ada ruang laktasi" kata Taufik.
Taufik juga menjelaskan bahwa semua kota di Indonesia sampai saat ini masih belum ada yang betul-betul dikatakan sebagai kota layak anak (KLA). "Ada lima tingkatan penilaian yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Saat ini masih hanya sebatas Nindya yang diraih oleh 2 kota di Jawa dan satu kota lagi ada di Bali" papar Taufik.


Arifin SZ Team

Post a comment