GRESIK infojatim.com - Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.
Anjloknya alokasi pupuk bersubsidi tahun ini membuat banyak petani resah. Bahkan, subsidi untuk petani tambak sudah tidak ada lagi atau dicabut. DPRD Kabupaten Gresik prihatin atas kondisi tersebut. Apalagi produsen pupuk terlengkap di Tanah Air justru berlokasi di Gresik.

Sesuai data, alokasi pupuk bersubsidi 2020 untuk Kabupaten Gresik hanya di atas 11 ribu ton, sementara usulan permintaan berdasarkan RDKK mencapai 25 ton. Artinya, pemerintah pusat hanya mampu menyediakan 45 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, M Syahrul Munir mengungkap, pihaknya sudah memanggil dinas pertanian perihal alokasi pupuk yang berkurang lebih dari separuh dari tahun kemarin.

Ternyata, pengurangan alokasi itu karena imbas dari pemerintah pusat melalui Permentan Nomor 1 tahun 2020 tentang tentang alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun adalah sebesar 7,94 juta ton.

"Kita juga sudah memangil dinas pertanian, dan ternyata pengurangan alokasi ini karena imbas pusat," ujarnya, Kamis (30/1/2020). 

Syahrul menambahkan, meski alokasi bukan wewenang daerah, ia bersama eksekutif siap duduk bersama untuk mencari solusi karena pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan oleh petani., Sampai berita ini diturunkan, Jum.at ( 31/1/ 2020) .

"Langkahnya bersama dinas pertanian memohon ke provinsi agar ada penambahan alokasi, apalagi di Gresik berdiri pabrik produsen pupuk. Jangan sampek kayak ayam mati di lumbung padi. Selain itu akan kontrol penyaluran kios," tambahnya.

Sementara Kadis Pertanian Eko Anindito Putro menyatakan, pihaknya juga akan mengusulkan penerapan penggunaan Kartu Tani untuk pengambilan pupuk bersubsidi. "Dengan menggunakan kartu tentu jatah setiap petani sulit untuk dimanipulasi," katanya. 


Penulis = NF Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com Arifin s.zakaria

Post a comment