GRESIK - Perkembangan anak-anak sekarang sangat  memprihatinkan, mulai dari model rambut yang di semir, merokok di depan umum, egoisme, serta pergaulan bebas dll, menjadi perhatian orang tua, hari ini selasa (15-11-2016) di gedung Purti Mijil, sebanyak 50 ibu-ibu Dharma wanita persatuan dan  kader PKK Kab Gresik mengadakan pertemuan dalam upaya mencari jalan keluar terhadap kenakalan remaja.

Hadir sebagai nara sumber dari kementerian Agama Kab Gresik yaitu Moh Nasim, beliau mengatakan bahwa, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah.

Pendampingan orang tua dalam pendidikan anak diwujudkan dalam suatu cara-cara orang tua mendidik anak. Cara orang tua mendidik anak inilah yang disebut sebagai pola asuh. Setiap orang tua berusaha menggunakan cara yang paling baik  dalam mendidik anak. Untuk mencari pola yang terbaik maka hendaklah orang tua mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak, karena ibu merupakan ujung tombak pendidikan anak.

Di contohkan beberapa hari yang lalu ada anak yang amsih di duduk di bangku sekolah klas 10 melakukan bunuh diri (gantung diri), setelah diselidiki ternyata anak tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang baik atau kasih sayang dari keluarga. Untuk itulah peran orang tua sangat penting dalam menentukan arah perkembangan anak. Pendidikan harus kita bingkai dengan Agama, jadikan generasi yang berkwalitas.

Sementara itu Ketua TP PKK Kab Gresik Hj. Maria Ulfah Sambari HR, menjelaskan ketika anak di sekolah tanggung jawab sekolah. Ketika di rumah dan lingkungan tempat tinggal merupakan tanggung jawab orang tua dan masyarakat.

Peran sekolah (guru), orang tua dan masyarakat harusnya tidak berjalan sendiri-sendiri, jadi harus sinergi agar hasilnya bisa maksimal terutama dalam membentuk karakter anak. Tidak ada salahnya, sekolah menyediakan ruang khusus untuk memperkuat komunikasi dengan orang tua dan masyarakat, begitupun sebaliknya, orang tua dan masyarakat harus punya inisitif untuk terlibat untuk menjadi bagian penting dalam mengantarkan masa depan anak-anak yang lebih baik.

Komunikasi sekolah dan orang tua juga tidak terbatas saat "rapotan" akan tetapi bisa dilaksanakam secara kontinyu terutama dalam hal evalusi terhadap perkembangan anak.Pada kesempatan itu, Hj. Maria Ulfah Sambari HR, mengajak berdialog dengan para kader terkait dengan cara mendidik anak.

Arz/team/d2g

Post a Comment