GRESIK - Wakil Bupati Dr. Mohammad Qosim mempelopori sejumlah Pejabat Pemkab Gresik untuk tes urine saat  acara Hari Anti Narkoba International (HANI) yang dilaksanakan di Ruang Mandala Bakti Praja, Jum'at (24/06/2016).

Ada sekitar 200 orang Pejabat Pemerintah Kabupaten Gresik, baik eselon II dan Eselon III. Mereka yang diundang pada acara Hari Anti Narkoba International saat itu tiba-tiba diminta untuk tes urine.

Qosim memberi contoh dengan menyerahkan sample urine kepada Kepala BNNK Gresik, AKBP Agustanto. Selanjutnya diikuti oleh parasemua Pejabat yang lain.

Saat akan melaksanakan tes urine, Qosim memberikan himbauan kepada pejabat yang akan melaksanakan tes urine, agar sebelum diperiksa agar menyampaikan kepada pihak BNN, tentang berbagai obat yang diminum selama ini.

"Tak dapat dipungkiri, di usia seperti kita dipastikan sudah ada berbagai penyakit yang diharuskan mengkonsumsi obat" ujar Qosim.

Jangan sampai karena kita tidak menyampaikan berbagai obat yang kita konsumsi, maka urine kita terdeteksi zat aditif dan terkekspose tidak bagus, tambah wabup. Wabup juga mengingatkan kepada semua Pejabat Pemkab Gresik yang hadir, agar tidak usah mendekati narkoba. "Narkoba adalah bencana.

Banyak kegagalan yang berakhir kehancuran dan di penjara yang diakibatkan oleh narkoba" tambah Qosim sambal memberi contoh kasus kehancuran seseorang.      

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, AKBP Agustianto kepada Kepala Bagian Humas Suyono menyatakan, sejak 2015 pihaknya  sudah menangani 379 pecandu narkoba.

"Mereka kami tangani sebagai korban narkoba, karena mereka bukan pengedar. Jadi penanganan para korban pecandu narkoba ini tidak ditangani secara hukum. Tapi kami obati " ujar Agustianto.

Asz/team/d2g

Post a comment