Surabaya,(infojatim.com) - Pangdam V/Barawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, S.Ip beserta istri, melaksanakan kunjungan kerja ( Kungker) beserta rombongan Kewilayah Kodim 0816/Siodarjo, Jawa Timur, jum'at (3/03/2017), pagi.

Jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo menyambut kedatangan Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, S.Ip yang melakukan kunjungan kerja di wilayah tugas Kodim 0816/Sidoarjo.

Kedatangan Pangdam V/Brawijaya yang didampingi oleh Ketua Pengurus Daerah Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Kodam V/Brawijaya tersebut juga mendapatkan sambutan langsung dari Ketua Pengurus Cabang Persit KCK Kodim 0816/Sidoarjo beserta segenap pengurus hingga jajaran ranting.

Dalam arahannya, Mayjen TNI I Made Sukadana, S.Ip, menyampaikan kepada seluruh anggota jajaran Kodim 0816/Sidoarjo untuk lebih meningkatkan kedisiplinan sebagai salah satu syarat utama dalam keberhasilan menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam melaksanakan tugas, tanpa disiplin yang baik seorang prajurit tidak akan mudah bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Disiplin yang baik harus tumbuh dari rasa keiklasan diri sendiri, bukan karena paksaan. Oleh karena itu Pangdam menekankan kepada seluruh Prajurit dan pegawai negeri sipil yang bertugas di jajaran Kodam V/Brawijaya agar meningkatkan disiplin dan hindari pelanggaran, dalam rangka mendukung keberhasilan tugas pokok Kodam V/Brawijaya.

Mayjen TNI I Made Sukadana, S.Ip lebih lanjut menyampaikan bahwa “TNI harus manunggal dengan rakyat dan dengan sistim pertahanan semesta serta bekerjasama dengan rakyat untuk membangun Negara,” tutur Pangdam.

Pengdam juga menjelaskan “sebagai aparat Teroterial harus bisa menjelaskan ke masyarakat tentang Indonesia yang mana sistem pemerintahannya presidential dan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat lima tahun sekali, terdapat berbagai pulau,suku,agama dan budaya. Seperti diketahui bawah, bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena sejak kemerdekaan ada empat konsensus dasar negara antar pejuang pemuda Indonesia yaitu Pancasila sebagai dasar dan idiologi, UUD sebagai dasar hukum,Bhenika tunggal ika serta NKRI,” jelas Pangdam

"Dengan semakin berkembangnya informasi berbasis teknologi yang masuk nantinya dapat difilter oleh para prajurit agar tidak terpangaruh dengan pemberitaan yang bersifat negatif atau fitnah,"Kata Majyen I Made Sukadana menambahkan.

Diakhir arahan, Pangdam berharap, “agar anggota tidak terlibat dalam narkoba baik pengguna atau pengedar karena ancamannya adalah di pecat. Sebagai prajurit dilarang untuk Insubkordinasi dan apabila ada hukuman dari atasan agar di ikut dan taati aturan yang ada,” tegas Pangdam.ARZ

Post a Comment