LAMONGAN infojatim.com - Dalam dunia partai rebutan kekuasaan itu hal yang biasa, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, jika tidak rebutan namanya tidak partai politik, tidak hanya dalam partai saja, mengurus tempat ibadah dan sarana agama pun seperti Masjid, Musholla, Madrasah, Pondok Pesantren dll, jika sudah dimasuki dengan politik, pasti disitu akan terjadi saling jegal diantara teman dan pengurusnya, itu fakta yang terjadi di negeri ini.
DPC PPP kabupaten Lamongan akhir-akhir ini kisruh karena rebutan kekuasaan, salah satu kubu di Pucuk pimpinan DPC PPP Lamongan telah mengklaim dan menyatakan resmi bahwa saat ini DPC PPP Lamongan dijabat oleh Naim dan sekretarisnya Mutoyo, Ketetapan itu sesuai dengan surat keputusan (SK) dari DPP PPP nomor 380/SK/DPP/c/2018 tertanggal 26 maret 2018.

SK itu ditandatangani ketua DPP PPP M.Romahurmuziy, dan sekretarisnya Arsul Sani. "Keputusan ini sudah final dan mengikat" kata sekretaris DPC PPP Lamongan, Mutoyo.

Dalam SK yang telah diterima DPC PPP Lamongan, tercantum susunan pengurus harian masa bakti 2016-2021. Keputusan tersebut berlaku terhitung sejak dikeluarkannya SK yang ditandatangani langsung oleh DPP PPP dan bersetempel basah.

Setelah turunnya SK dari DPP itu, maka SK dari DPW PPP Jawa Timur nomor 322/SK/DPW/c/ll/2017 tertanggal 25 juli 2017 tentang Pengesahan SK DPC PPP Lamongan masa bakti 2016-2021 dan semua lampirannya dinyatakan tidak berlaku. Karna SK tersebut sebagai tindak lanjut putusan mahkamah partai nomor 05/Per-MP-DPP-PPP tanggal 6 Desember 2017. 

"SK ini juga sudah kami tembuskan ke BAKESBANGPOL dan juga KPUK Lamongan" imbuh ketua DPC PPP Lamongan, Naim.

Dengan turunnya SK dari DPP tersebut, dia berharap semua kader partai berlambang Ka'bah tidak perlu mempermasalahkannya, karena mempersalahkan keputusan DPP PPP dinilai salah satu bentuk pembangkangagn kader terhadap partai. Sebab, lembaga tertinggi Partai itu adalah di DPP PPP yang berpusat di Jakarta.

Terkait hal itu, Prof.Dr.Kyai.M.Muzakkin,M.pdi,MH
(Gus Zakky), Pengamat Politik dari JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, mengatakan, " Sudah saatnya PPP mulai dari pusat hingga daerah harus instropeksi diri, jangan saling menyalahkan diantara pengurus, bila ada pengurus yang vocal mengkritik terkait arogansi gaya kepemimpinan jangan lalu didebang dikeluarkanya begitu saja, bila ada yang mengingatkan agar transparan terutama terkait penggunaan masuk dan keluarnya keuangan Partai, juga jangan dianggap sebuah pembangkangan
dan merintangi kepemimpinanya, dalam partai dan organisasi manapun yang paling sensitif dan jadi kecemburuan sosial itu biasanya adalah urusan duit, dari situlah benih-benih konflik muncul, nah pola pikir seperti itu harus dihentikan bila ingin PPP disegani masyarakat, dan jaya kembali", tuturnya,
Saat ditemui awak media di kantor JCW Surabaya,(Kamis/04/18).

Selain itu kata Gus Zakky yang juga Ketua Pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Dulu pada zaman kepemimpinanya H.Syafi'i, saya pernah menjadi Ketua MPC (Majlis Pertimbangan Cabang) PPP Kabupaten Lamongan, sebuah jabatan di Partai sekelas penasihatlah, selanjutnya dikepemimpinanya Syamsuri pernah juga menjadi Ketua Dewan Pakar.

Sekarang ini DPC PPP Lamongan ada dualisme kepemimpinan yang itu saling klaim paling benar karena masing-masing telah mendapatkan SK yang legal dan formal, ini sebentar lagi akan pemilu,terlepas siapa yang salah dan yang benar sebaiknya kedua kubu ini segera duduk bersama, jangan nuruti nafsu, jangan saling menyalahkanya, agar dalam pencalegan nanti tidak terjadi tumpang tindih kepemimpinan, disamping itu juga kasihanilah kyai-kyai sepuh yang pernah membesarkan PPP ini, ingatlah pesan nabi, "Tiap-tiap kamu adalah pemimpin, dan besuk akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu itu sendiri-sendiri".

Kita hidup ini hanya sesaat, sebentar lagi pasti akan mati, tinggal menunggu giliranya saja, apa sich yang kita cari di dunia ini, ukirlah sejarah hidup ini dengan melakukan kebaikan, agar kelak akan dikenang dan dicatat anak cucu sebagai pejuang yang benar-benar di jalan Allah, semoga konflik ini segera ada solusi terbaik, dan selalu mendapat ridho dan barokah dari Allah Swt,Amin.
Demikian kata Gus Zakky, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa Timur ini.


SuaraJCWJatim/KikiJCW/Partner ARZ Team

Post a Comment