GRESIK infojatim.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memuji pesatnya industrialisasi di Kabupaten Gresik. Begitu pula dengan sejumlah destinasi wisata yang kental dengan nuansa religi membuat Kabupaten Gresik layak disebut sebagai kota wali dan kota santri.

Dengan banyaknya potensi tersebut, menurut Anas, akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Gresik. Para investor dan pengusaha merasa perlu untuk berinvestasi di Kabupaten Gresik lantaran Gresik adalah suatu wilayah yang strategis perputaran ekonomi.  

Itu artinya, pemerataan ekonomi yang terjadi di Gresik semakin hari semakin meningkat dan berkembang dan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Banyuwangi saat menerima kunjungan kerja Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto bersama Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (21/04/2018).

Bupati Gresik mengungkapkan bahwa kunjungan kerjanya ke Banyuwangi tersebut dimaksudkan untuk menimba ilmu dan menggali potensi objek wisata di daerah setempat.

Pasalnya, di Kabupaten Gresik selain wisata religi, juga terkenal dengan wisata pantainya. Yakni pantai Delegan di kecamatan Panceng, Gresik. Selain itu, potensi wisata di Kepulauan Bawean juga menjadi perhatian serius Bupati Sambari sehingga ia memutuskan untuk berkunjung ke Banyuwangi.

"Sengaja kami bersama kepala OPD terkait kemari untuk menimba ilmu tentang banyak hal, terkait dengan pengembangan dan pengelolaan objek wisata di sini. Karena saya lihat manajemen pengelolaannya sangat tertata hingga mampu menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk berkunjung ke sini,"ujar Bupati Sambari saat didampingi Wabup Qosim.

Bupati Sambari mengatakan, Kabupaten Gresik terus mengembangkan potensi wisata, juga sektor lainnya guna meningkatkan PAD Kabupaten Gresik.

"Dengan semakin meningkatnya PAD di sektor pariwisata, maka pembangunan insfrastruktur di daerah kami khususnya di berbagai obyek wisata dapat kami lakukan. Disisi lain, dengan banyaknya kunjungan wistawan di Gresik, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," imbuh Bupati.

Menyambung pernyataan Bupati Sambari, Wabup Qosim mengungkapkan bahwa hasil dari kunjungannya nanti akan dikaji serta diterapkan di Kabupaten Gresik.

Dia mengatakan, dengan banyaknya potensi wisata di Kabupaten Gresik seperti Pulau Bawean, tentu saja ingin meniru hal tersebut agar menarik minat wisatawan agar lebih banyak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu, Bupati Anas membeberkan beberapa upaya yang dilakukannya bersama jajaran Pemkab Banyuwangi. "Kami menekankan pentingnya konsistensi dalam mengerjakan tugas. Kuncinya, antara pimpinan dan bawahan harus solid untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata di daerah setempat," tandas Anas.

Selain itu, yang dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk menarik minat wisatawan adalah gencar melakukan promosi dan publikasi, baik melalui kerjasama dengan pihak terkait maupun memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini menjadi tren di masyarakatt.

Karena menurut Anas, Kabupaten Banyuwangi selalu menjadi trending topic nasional di media sosial, lantaran pihaknya selalu update menyampaikan informasi ke masysrakat melalui medsos.

Ia juga mengatakan bahwa Pemkab Banyuwangi memberi kesempatan seluas-luasnya bagi budaya lokal asli daerah untuk unjuk kebolehan di setiap kegiatan. "Karena dengan memberi kesempatan bagi budaya lokal, secara tidak langsung bermanfaat untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi ke wisatawan lokal maupun asing. Kalau mereka tertarik, sudah pasti mereka akan berkunjung kembali ke Banyuwangi," ungkap Anas. 


ARZ Team

Post a comment