Info Jatim Grup 00:20 A+ A- Print Email

Surabaya, infojatim.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi foto bersama sang istri Rini Andriani dan Para Pelajar yang hadir dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Selasa (2/5/2023). (Foto: ist/Pemkot Surabaya)

Dalam rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2023 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, yang dilaksanakan di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Selasa (2/5/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertindak sebagai inspektur upacara.


Selain itu, dalam upacara tersebut, juga diadakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya. dan juga dihadiri para ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemkot Surabaya, perwakilan guru, hingga pelajar dari gambaran SD dan SMP di Kota Pahlawan.


Tidak hanya itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga membacakan naskah pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.


Dalam pidatonya, Mendikbudristek salah satunya menyatakan, bahwa sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan telah membawa Indonesia semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara.

"Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri, "ungkapnya saat membacakan naskah pidato Mendikbudristek.


Dalam pidato Mendikbudristek yang dibacakan Wali Kota Surabaya itu juga menyebutkan, bahwa para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memantau kualitas pendidikan, sekarang ini dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

"Para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar. Selain itu, guru-guru yang dulu mendinginkan berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas beradaptasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka, "ujarnya.


Ditemui usai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Wali Kota Eri mengungkapkan, bahwa semua pelajar dan guru di Surabaya telah menerapkan Merdeka Belajar. Oleh karena itu, ia juga berharap kepada mereka agar bisa terus berkreasi dan berinovasi.

"Sehingga nantinya akan tercipta dan muncul anak-anak yang hebat, anak-anak yang memiliki prinsip di Kota Surabaya yang kelak akan menjadi pemimpin di Kota Surabaya. Karena saya selalu mengatakan anak Surabaya Hebat, "tegasnya.


Anak Surabaya Hebat yang dimaksud Wali Kota Eri adalah, mereka yang memiliki sikap humanis dan saling membantu. Kemudian, mereka bisa bekerja secara efektif dan efisien. 

“Tidak banyak kegiatan, tidak banyak bicara, namun hasil output dan outcome-nya tercapai,” kata Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri.


Eri Cahyadi atau yang biasa disapa Cak Eri itu juga menerangkan, bahwa Anak Surabaya Hebat itu memiliki akhlakul karimah yang baik. Karena menurutnya, hidup tanpa akhlak maka akan menjadi sia-sia. “Lalu, akuntabel, semua yang dilakukan para guru, anak-anak, juga seluruh kader dan jajaran di Pemkot Surabaya bisa dipertanggung jawabkan dan yang terakhir transparan,” paparnya.


Oleh karena itu, melalui peringatan Hardiknas tahun 2023 ini, Cak Eri mengajak seluruh pihak, mulai dari pelajar, para guru, Dinas Pendidikan (Dispendik) hingga jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya untuk terus bersinergi bersama dalam melahirkan Merdeka Belajar.

“Jadi InsyaAllah dengan tanggal 2 Mei ini, maka sekolah-sekolah di Surabaya mulai anak, guru, Dispendik dan Pemkot Surabaya akan bersinergi, berkolaborasi terus menerus untuk berinovasi. Sehingga melahirkan Merdeka Belajar yang bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat di Kota Surabaya,” harapnya.


Menurutnya, tiga tahun pandemi Covid-19 yang melanda di negeri kita ini, telah memberikan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah digitalisasi, bagaimana anak-anak belajar tidak harus bertatap muka. Selain itu, pandemi juga telah melarang rasa persaudaraan dan bersosialisasi tanpa harus bertemu.

"Yang terpenting adalah bagaimana para guru mengembangkannya, bagaimana para guru bisa memberikan tulisan-tulisannya melalui aplikasi platform-platform yang ada. Sehingga para guru bisa meningkatkan kemampuannya dengan memanfaatkan digitalisasi," jelasnya.


Oleh karena itu, Cak Eri mengungkapkan, bahwa di zaman modern ini digitalisasi sangatlah penting. Makanya, pandemi dikatakan telah banyak melarang berbagai hal, meski juga memiliki dampak yang luar biasa baik terhadap bidang ekonomi maupun pendidikan.

"Meski Pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa, tapi di situ juga ada hikmahnya. Gusti Allah memberikan hikmah bagaimana kita di bidang pendidikan bisa belajar, bidang UMKM bisa belajar, terkait dengan digitalisasi. Sehingga pembelajaran dan ekonomi tetap bisa berjalan, "pungkasnya. (Red) hingga berita ini ditayangkan (03/05/2023).

Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com : Arifin S,Zakaria

Post a Comment