GRESIK - Sebanyak 277pendaftar yang bakal menjadi petugas satuan Polisi Pamong Praja(Satpol-PP)  terlihat bersemangat saat menjalanites fisik di halaman Pemkab Gresik, Rabu (10/2/1016). 

Tes fisik tersebut dilakukansetelah mereka lolos seleksi administrasi dan tes kesehatan. "Kami telahmelakukan seleksi administrasi pada tanggal 5 Februari lalu, setelah seleksiadministrasi, peserta menjalani tes kesehatan. Peserta yang lolos pada teskesehatan, hari ini mereka menjalani tes fisik. Ini dilakukan untuk mengetahuikesiapan fisik para peserta, setelah itu, baru dilakukan Tes Potensi Akademik(TPA)," ujar Kasi 

Pembinaan Umum dan Pengembangan Kapasitas, Agung Endro.
Tes fisiktersebut meliputi lari keliling lapangan Pemkab Gresik minimal 7 putaran dalam waktu12 menit, shit up, push up dan shuttle run (lari angka 8).

Terkait sistemseleksi, Agung mengatakan bahwa seleksi dilakukan dengan sistem gugur. Dalam setiaptahapan, peserta yang tidak lulus akan gugur dan tidak dapat mengikuti tesselanjutnya.

Selain itu,seleksi juga dilakukan secara obyektif dan transparan. "yang kami butuhkanadalah petugas yang profesional, oleh sebab itu proses seleksi penerimaanSatpol-PP dilakukan secara obyektif, maka kami juga melibatkan BKD dan Dinkesdalam pelaksanaan seleksi kali ini," ujar Agung.

Sementaraitu Kasat Pol-PP Drs. Darmawan ketika ditanya mengenai penempatan dan gaji, dirinyamenjelaskan terkait penempatan, pihaknya masih mempersiapkan  dan berkoordinasi dengan SKPD terkait.

Dan terkaitgaji, mereka akan mendapatkan honor yang disesuaikan dengan Tugas dan Fungsi(Tusi) SKPD masing-masing dengan membuat perjanjian kontrak dan laporankegiatan tiap bulan. 

Selain itu mereka juga menandatangani perjanjian kontrakuntuk tidak menuntut diangkat menjadi PNS. Jadi, tambahDrs. Darmawan nantinya mereka yang sudah diterima dan siap bekerja dapat mendukungkuantitas dari personel yang sudah ada.

"Kami berharap dengan penambahanpersonel ini, kinerja lebih meningkat dan siap melaksanakan tugas pokok danfungsi untuk menegakkan Perda. Selain itu kami berupaya agar mereka dapat bekerjasecara profesional namun tetap humanis," ujar Drs. Darmawan.


ARIFIN SZ / Team

Post a Comment